Spesifikasi Concrete Mixer Truck

Concrete mixer truck yang biasa disebut juga cement mixer merupakan unit yang digunakan untuk mencampur air, batu agregat, pasir atau kerikil, dan semen untuk membentuk beton secara ekonomis dan cepat. Berikut merupakan spesifikasi concrete truck mixer.

TipeBerat Max. (Kg)Volume Drum (m³)Volume Geometrik (m³)
Two-axle mixer truck16000≤ 4≤ 7
Three-axle mixer truck25000≤ 6≤ 11.6
Four-axle mixer truck31000≤ 8≤ 15.5
Single-axle mixer trailer18000≤ 6≤ 11.6
Two-axle mixer trailer35000≤ 12≤ 23.3
Three-axle mixer trailer40000≤ 14≤ 27.2

Penetapan lainnya:

  1. Selama transportasi, drum pengaduk beton berputar dengan kecepatan 1-3 r/menit. Kecepatan maksimum truk pengaduk beton tidak boleh melebihi 50 km/jam, sedangkan kecepatan maksimum drum pengaduk tidak boleh melebihi 16 putaran/menit.
  2. Ketinggian outlet atas hopper tidak boleh lebih dari 3800mm dari tanah, feeding speed mixer beton harus 2,7m2.7 / menit, dan kecepatan pemakaian mixer harus 0,65 m³/menit.
  3. Water supply system: kapasitas air dalam tangki untuk membersihkan drum pencampur harus 180L, dan tekanan di dalam tangki harus 0,4 Mpa.
  4. Saat pengoperasian, kenaikan suhu oli hidrolik tidak boleh melebihi 40℃ dan suhu tertinggi tidak boleh melebihi 80℃.
  5. Saluran pembuangan: Harus dapat berputar 180 derajat secara horizontal agar sesuai dengan posisi pembongkaran yang berbeda. Dalam arah vertikal, dapat menyesuaikan sudut kemiringan dengan arah horizontal untuk beradaptasi dengan ketinggian bongkar yang berbeda. Saluran yang diperpanjang diatur, sehingga perakitan serta pembongkarannya praktis.

Tipe-Tipe Concrete Mixer Truck

  1. Tipe berdasarkan bahan: pencampuran kering dan pencampuran basah.
  2. Tipe berdasarkan bentuk discharge: tipe discharge depan dan tipe discharge belakang. Tipe discharge belakang lebih umum.
  3. Berdasarkan tipe driving:
  4. Mesin diesel bertenaga eksternal
  5. Mengammbil tenaga melalui mesin sasis
  6. Drive sasis umumnya berukuran 6 X 4, 8 X 4
  7. Berdasarkan volume tangki mixer:
  8. 5-7 m: Biasanya diaplikasikan pada jembatan, terowongan, proyek sporadis yang dipengaruhi oleh lingkungan operasi. Truk mixer ini didukung oleh powertrain eksternal (mesin diesel).
  9. 8-10 m: Umumnya chassis 6 X4.
  10. 12-14 m: Meningkat pada tahun 2019, sekarang bergerak menuju 14 meter kubik atau bahkan lebih besar.
Concrete Mixer Truck

Concrete Mixer Truck

Struktur Utama Concrete Mixer Truck

Struktur concrete mixer truck meliputi chassis dan pemuatan atas. Truck ini dapat dengan mudah dibagi menjadi 10 bagian: sistem chassis, sistem transmisi hidrolik, tangki pencampur, sistem discharging, sistem pembersihan, rangka tambahan, sistem manipulating, sistem bracket, sistem feeding dan sistem listrik.

Sistem Chassis

Merupakan komponen utama mixer, fungsi transportasi dari seluruh concrete mixer diwujudkan oleh chassis. Chassis biasanya dibuat dari chassis khusus tipe II yang diproduksi dengan stereotyping setelah dipasang.

Sistem Transmisi Hidrolik

Tenaga mesin diubah menjadi energi hidrolik (perpindahan dan tekanan), dan kemudian dikeluarkan menjadi energi mekanik (kecepatan dan torsi) oleh motor, yang menyediakan tenaga untuk rotasi drum mixer.

Tangki Pencampur

Mixer drum adalah komponen utama dari keseluruhan mixer truck dan wadah untuk menyimpan beton. Mixer drum memainkan peran yang menentukan dalam mencegah pemadatan beton dan segregasi. Bagian dalam tangki memiliki bilah, yang terutama memainkan peran mengaduk dan membimbing bahan.

Sistem Discharge

Biasanya meliputi dari discharging trough utama, discharging trough tambahan, batang pengunci, dan lain sebagainya. Discharging trough tambahan dapat memperpanjang panjang discharging trough utama.

Sistem Pembersih

Sistem pembersih meliputi tangki air bertekanan, pistol air, pipa air, katup, dan lain sebagainya. Fungsi utama air bertekanan udara adalah untuk menyiram hopper setelah memuat dan menurunkan, menyiram mixer drum dan membongkar trough setelah membongkar, mencegah beton dari ikatan.

Rangka Tambahan

Sub-frame mixer adalah bagian load-bearing utama. Beban selama operasi didukung sub-frame mixer dan kemudian dipindahkan ke chassis. Sub-frame juga mengurangi benturan dan mengurangi dampak benturan. Seluruh sub-frame terdiri dari balok utama, rangka penyangga depan dan rangka penyangga belakang.

Sistem Manipulasi

Sistem manipulasi terdiri dari pengontrol, poros penghubung, poros fleksibel dan mekanisme batang penghubung, yang biasanya mengontrol kecepatan dan arah mixer drum.

Sistem Bracket

Bagian belakang mixer tank terhubung dengan sub-frame, yang terutama menopang badan drum.

Sistem Feeding

Meliputi hopper dan feeding bracket. Karena dampak keausan feeding hopper, bahannya harus memiliki ketahanan aus yang baik. Bracket mengurangi gaya benturan.

Sistem Listrik

Mengacu pada keseluruhan kelistrikan mixer, termasuk lampu belakang, lampu tanda samping, lampu galeri, kipas pendingin, dan motor.

Kesimpulan

Concrete mixer truck merupakan unit yang mencampur air, agregat, pasir atau kerikil, dan semen untuk membentuk beton secara ekonomis dan cepat. Terdapat 4 tipe mixer truck yaitu berdasarkan bahan, bentuk discharge, volume tangki air, dan tipe driving.

Leave a Comment