Glossary Kamus Kata-Kata Mesin Vibrating Screen

Ada berbagai macam hal yang perlu kita perhatikan dalam menggunakan mesin vibrating screen untuk pengayak batu. Kami memberikan kamus mesin vibrating screen yang sering digunakan pada penggunaan mesin vibrating screen.

A

Abrasi, batu-batuan yang memiliki sifat yang kasar sehingga dapat merusak alat kerja kita lebih cepat.

Akselerasi, perubahan kecepatan yang dialami batu agregat yang berasal dari gaya getaran yang diterima sehingga menimbulkan percepatan. Percepatan ini menyebabkan batu agregat bergerak sepanjang wiremesh screen ayakan batu.

Amplitudo, perbedaan antara titik tertinggi dari sebuah wiremesh screen ayakan dengan titik tengah wiremesh. Nilai sebuah amplitudo setara dengan setengah dari panjang antara titik tertinggi dan titik terendah.

Ayakan Sentrifugal, batu agregat disaring menggunakan mesin ayakan batu yang berbentuk silinder.

B

Banana Vibrating Screen, salah satu jenis mesin vibrating screen yang terdiri dari wiremesh screen ayakan batu yang memiliki sudut kemiringan berbeda-beda.

Bar Screen, wiremesh screen yang dipasangkan dalam posisi miring dalam kondisi yang tetap, dimana terdapat jarak yang mirip.

Batu Halus, ukuran batu agregat yang lebih kecil dari ukuran yang diinginkan. 

Banyaknya Mesh, menunjukkan banyaknya jumlah lubang mesh yang diukur secara linier.

Belt Conveyor Tambang, salah satu jenis belt conveyor yang digunakan untuk memindahkan material hasil pertambangan dari satu titik ke titik lainnya.

Rubber Belt Conveyor Tambang

Rubber Belt Conveyor Tambang

C

Check Screen, wiremesh screen ayakan batu yang menentukan ukuran terbesar dari sebuah batu agregat.

Coating, melapisi permukaan dari wiremesh screen agar tidak terdapat material yang melekat di permukaan wiremesh screen.

Counterflow, karena sudut kemiringan yang tinggi dari mesin vibrating screen maka menyebabkan batu agregat yang ada di atas wiremesh screen ayakan batu bergerak melawan arah yang seharusnya.

Crimp, kawat wiremesh yang berhasil ditekuk sehingga akhirnya dapat dianyam.

D

Deck, bagian mesin vibrating screen yang berfungsi untuk meletakkan wiremesh screen ayakan batu.

Dedusting, membersihkan partikel-partikel yang sangat halus dari feed.

Desliming, pemisahan material dengan ukuran yang sangat halus dari material yang basah dengan melewatkannya diatas permukaan wiremesh screen.

Dewatering, pemisahan air menggunakan screen dewatering.

Dry Screening, pemisahan batu agregat yang tidak mengandung air sehingga tidak akan menyebabkan batu agregat menempel pada permukaan wiremesh screen.

Diameter Kawat, diameter kawat wiremesh yang digunakan sebagai bahan dasar membentuk screen mesh.

E

Effective Screening Area, bagian dari wiremesh screen ayakan batu yang memang benar-benar dapat melakukan penyortiran ukuran batu agregat.

Efisiensi Pengayakan Batu, persentase yang membandingkan ukuran batu agregat yang salah tersortir seperti ukuran batu agregat yang tercampur ke dalam campuran batu agregat dengan ukuran besar.

Effluent, cairan yang berhasil melewati permukaan wiremesh screen.

Exciter, komponen dari mesin vibrating screen yang berperan agar mesin vibrating screen dapat bekerja.

F

Flooding, kondisi dimana feeding screen kapasitasnya sudah tidak mencukupi.

Frekuensi, banyaknya wiremesh screen mencapai titik tertinggi dan terendah dalam satu detik, yang diukur dalam nilai Hz.

G

Gravitasi, gaya yang menyebabkan batu agregat mengalami akselrasi, nilai gravitasi adalah 9.81 m/s2.

Grizzly Vibrating Screen, salah satu jenis mesin vibrating screen yang terdiri dari batang besi yang digunakan untuk menyortir material dengan ukuran besar.

H

Horizontal Mesin Vibrating Screen, model mesin vibrating screen dimana posisi wiremesh screen ayakan batunya adalah lurus, namun bisa juga dengan sudut kemiringan yang hanya 5 derajat.

Heavy Duty Roller Conveyor, salah satu jenis roller conveyor yang memiliki daya tahan yang lebih kuat dibandingkan dengan gravity roller conveyor sehingga sangat cocok digunakan untuk menopang belt conveyor yang membawa beban berat.

Heavy Duty Roller Conveyor

Heavy Duty Roller Conveyor

I

Inclined Wiremesh Screen, pemasangan wiremesh screen ayakan batu yang memiliki sudut kemiringan sebesar 10 derajat hingga 45 derajat.

Idler Heavy Duty Roller Conveyor, kumpulan heavy duty roller conveyor yang berada di bawah belt conveyor dengan tujuan untuk memberikan bentuk pada belt conveyor dan menyerap tekanan dari material yang ada di atas belt conveyor sehingga belt conveyor tersebut nantinya dapat menampung material dengan jumlah besar.

K

Kandungan Air, banyaknya kadar air yang ada pada sebuah material.

Klasifikasi, memisahkan ukuran batu agregat berdasarkan ukuran agregat yang sudah disesuaikan.

Kecepatan Belt Conveyor Tambang, kecepatan yang menunjukkan seberapa cepat batu agregat yang ada di stone crusher plant untuk berpindah dari satu titik ke titik lainnya.

L

Lama Retensi, lamanya sebuah partikel berada di permukaan wiremesh screen ayakan batu.

Lumpur, gabungan antara material yang bersifat kering dan basah.

Lengket, partikel berukuran kecil yang melekat pada permukaan wiremesh screen ayakan batu.

M

Material Lolos, material yang berhasil melewati lubang dari wiremesh screen, termasuk batu agregat dan material-material lainnya.

Menggumpal, suatu kondisi dimana batu agregat melekat satu sama lain.

Massa Jenis Material, menunjukkan berat sebuah batu agregat yang dihitung berdasarkan berat/jumlah volume. nilai dari massa jenis material berupa kg/m3.

Mesh, menunjukkan lubang dari wiremesh screen ayakan batu.

Multi Slope Screen, nama lain dari mesin vibrating screen jenis banana screen, dimana setiap wiremesh screen memiliki sudut kemiringan yang berbeda-beda.

Ukuran Lubang Mesh Wiremesh Screen

Ukuran Lubang Mesh Wiremesh Screen

O

Open Area, menunjukkan rasio perbandingan antara total luas dari lubang wiremesh dengan total luas wiremesh screen secara keseluruhan.

Oscilating Screen, salah satu dari jenis mesin vibrating screen yang digunakan untuk melakukan penyortiran ukuran batu agregat.

Overflow, banyaknya material yang langsung keluar dari mesin vibrating screen karena tidak dapat melewati ukuran lubang wiremesh.

Oversize, batu agregat yang memiliki ukuran terlalu besar sehingga tidak sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan.

Output Batu Agregat, banyaknya batu agregat yang berhasil disaring menggunakan mesin vibrating screen, dimana akan menggunakan nilai ton/jam.

P

Persentase Ukuran Tidak Tepat, menunjukkan persentase material yang ukurannya terlalu besar atau terlalu kecil pada sebuah produk.

Partikel, komponen yang berbeda dari batu agregat, tanpa memandang ukuran dari ukuran partikel tersebut.

Pre-Screening, memisahkan beberapa batu agregat dari feed, biasanya karena ukuran batu agregat yang terlalu besar.

Produk, hasil akhir yang diperoleh setelah melewati berbagai proses yang ada pada stone crusher plant

R

Resonansi, frekuensi dimana pegas akan bergetar secara alami.

Revolving Screen, wiremesh ayakan batu yang dibentuk menyerupai silinder yang kemudian dipasangkan pada as yang dapat berputar. Ayakan batu ini akan memasukkan batu agregat ke dalam ayakan batu putar.

Repulping, sebuah kondisi dimana batu agregat berada diantara dua ukuran wiremesh yang berbeda, seperti berada diantara mesh 16 dan mesh 8.

Kamus Mesin Vibrating Screen

Kamus Mesin Vibrating Screen

S

Sudut Kemiringan Deck Screen, sudut kemiringan dari wiremesh screen ayakan batu yang akan menyebabkan batu agregat dapat bergerak lebih cepat karena adanya akselerasi.

Sirkulasi Material, batu agregat yang tetap berada mesin vibrating screen atau crushing circuit hingga ukuran batu agregat sesuai dengan ukuran mesh ayakan batu.

Stone Crusher, mesin pemecah batu yang berfungsi untuk menghancurkan batu agregat agar dapat berubah menjadi ukurannya yang lebih kecil.

Sampel, pengetesan yang dilakukan untuk memperoleh hasil yang merepresentasikan sebuah material yang akan diproses.

Scalping, pemisahan batu agregat karena ukurannya yang terlalu besar dari lubang mesh yang paling besar.

Screen Mesh, alat yang dipasang pada mesin vibrating screen untuk menyaring ukuran batu agregat sesuai dengan ukuran yang diinginkan.

Segregasi, terbentuk ketika batu agregat terpisah secara otomatis karena gaya getaran yang diterima, dimana batu agregat dengan ukuran kecil berada di bawah sedangkan yang besar berada di atas.

T

Tersumbat, suatu keadaan dimana batu agregat tersangkut pada lubang wiremesh dan menutup lubang mesh.

Tingkatan Deck, beberapa ukuran wiremesh yang disusun secara tertata agar hasil batu agregat yang tersaring dapat dikategorikan dengan ukuran yang diinginkan.

U

Ukuran Mesh, dimensi yang menunjukkan ukuran lubang mesh, semakin besar ukuran mesh maka akan semakin besar ukuran lubang. Sebagai contoh, wiremesh screen ayakan batu mesh 40 memiliki lubang dengan dimensi 40 mm, sedangkan mesh 20 dimensinya 20 mm.

Ukuran Batu Agregat, ukuran dari batu agregat yang sudah dihancurkan menggunakan mesin stone crusher agar nantinya dapat disaring menggunakan wiremesh screen ayakan batu dari mesin vibrating screen.

Ukuran Rata-Rata, menunjukkan rata-rata dari ukuran batu agregat yang kita saring.

Undersize, ukuran batu agregat yang terlalu kecil dibandingkan dengan ukuran yang diinginkan.

V

Vibrating Screen, sebuah mesin yang dipasangkan wiremesh screen ayakan batu agar dapat menyaring batu agregat sesuai dengan ukuran yang diinginkan.

W

Wiremesh Screen Ayakan Batu, ayakan yang dipasang pada mesing vibrating screen untuk menyortir ukuran batu agregat sesuai dengan ukuran agregat yang diinginkan.

Wet Screening, proses penyortiran batu tambang yang dibantu menggunakan cairan, biasanya dalam bentuk semprotan.