Mengenal Belt Conveyor Secara Mendalam

Belt conveyor digunakan dalam berbagai industri untuk meningkatkan produktivitas mereka dalam bekerja. Seperti yang kita ketahui, dalam dunia industri mengharuskan kegiatan produksi berjalan dengan efektif dan efisien.

Bayangkan saja jika industri masih menggunakan tenaga manusia, tentu hal tersebut tidak efektif dan efisien bagi industri. Tingkat produktivitas suatu produksi erat kaitannya dengan biaya untuk menentukan nilai jual suatu produk.

Apa itu Belt Conveyor?

Belt conveyor atau yang sering disebut sebagai ban berjalan merupakan sebuah sistem untuk memindahkan produk dari satu titik ke lokasi lainnya. Jenis conveyor ini merupakan alat untuk mengatur proses pendistribusian barang.

Conveyor yang ada di Indonesia untuk proses distribusi seringkali masih menggunakan konsep yang sederhana. Konsep belt conveyor yang sederhana dapat menekan harga belt conveyor itu sendiri.

Belt conveyor merupakan salah satu sistem yang digunakan untuk memindahkan material dari satu titik ke lokasi lainnya agar pekerja dapat melakukan pekerjaan yang lebih produktif, daripada hanya memindahkan material.

Pemindahan material dengan menggunakan belt conveyor tergantung produk yang dipindahkan. Belt conveyor untuk memindahkan barang dengan berat ringan seperti box dalam suatu pabrik tentu berbeda dengan tipe belt conveyor yang digunakan pada belt conveyor tambang.

Sejarah Belt Conveyor

Belt conveyor telah digunakan sejak tahun 1800 – an. Pada tahun – tahun tersebut belt conveyor seringkali digunakan untuk mengangkut barang-barang tambang. Belt conveyor tambang digunakan untuk memudahkan proses pendistribusian hasil tambang.

Timeline Sejarah Belt Conveyor

Sejarah Belt Conveyor

Seiring dengan berjalannya waktu, pada tahun 1905 untuk pertama kalinya belt conveyor digunakan untuk melakukan proses pertambangan bawah tanah (underground mining). Maraknya revolusi industri, yang mana sangat mementingkan tingkat produktivitas dalam bekerja maka belt coneyor pada akhirnya digunakan dalam kegiatan produksi.

Henry Ford pada yang menjalankan perusahaan Ford menggunakan belt conveyor dalam proses perakitan mobil mereka untuk pertama kalinya pada tahun 1913. Hingga akhirnya sekarang tercatat berbagai rekor seperti pemasangan belt conveyor terpanjang yang berada di Sahara Barat pada tahun 2015.

Pembuatan Belt Conveyor

Belt conveyor dibuat dengan menggunakan proses ekstrusi. Proses ini memungkinkan pembuatan belt conveyor menggunakan cetakan yang telah ada. Proses ini digunakan untuk menjamin belt conveyor memiliki tinggi yang rata walaupun tebalnya berbeda-beda.

Bagaimana Cara Kerja Belt Conveyor?

Dalam melaksanakan proses distribusi dengan belt conveyor, sistem ini terdiri dari dua pcs pulley drum (head and tail). Pulley berguna untuk membantu belt conveyor berjalan, di mana pulley akan berputar sehingga belt conveyor akan ikut bergerak.

Perputaran pada pulley hanya dilakukan pada salah satu pulley saja, pulley yang bergerak disebut sebagai “pulley penggerak / head drum”, sedangkan yang tidak bergerak sebagai “pulley diam / tail drum”.

Belt conveyor bergerak dengan bantuan pulley drum. Ketika motor pada pulley drum berjalan dengan arah yang sama maka belt conveyor akan bergerak sesuai dengan arah putaran pulley drum

Belt conveyor akan bergerak ketika motor penggerak yang berada pada pulley penggerak berjalan dengan kecepatan dan arah yang sama. Sebuah roller bantuan akan diletakkan jika barang yang dipindahkan terlalu berat atau besar.

Ketika belt conveyor memiliki  jarak perpindahan yang terlalu panjang atau memerlukan waktu yang lama maka roller bantuan juga diletakkan sebagai penopang dari belt conveyor itu sendiri. Kegunaan roller untuk menopang belt conveyor tetap berada di lokasinya dan menghindari agar belt conveyor tidak kendor.

Keuntungan Menggunakan Belt Conveyor

Belt conveyor digunakan pada berbagai industri karena kelebihan yang ditawarkan ketika menggunakan belt conveyor:

  1. Belt conveyor dapat meningkatkan produktivitas produksi karena para pekerja dapat fokus dengan pekerjaan mereka sehingga dapat mengefisienkan waktu
  2. Mengurangi kemungkinan pekerja mengalami cedera karena harus membawa barang – barang yang berat
  3. Dapat memindahkan berbagai bentuk maupun berat dengan biaya yang murah
  4. Proses pemisahan material besi dengan memasangkan alat terpisah berupa pemisah besi yang akan menariknya dengan magnet
  5. Mencegah barang untuk tercecer dengan cara memasang dinding penghalang pada sisi kiri kanannya
  6. Minimnya terjadinya kerusakan barang ketika berpindah menggunakan belt conveyor
  7. Mudahnya pemindahan produk dari satu rute menuju rute lainnya
  8. Kegiatan perawatan yang tidak terlalu ribet karena belt conveyor memiliki daya tahan yang lama

Keuntungan Menggunakan Belt Conveyor

Keuntungan Menggunakan Belt Conveyor

Pengaplikasian Belt Conveyor

Berbagai kelebihan penggunaan belt conveyor membuat berbagai macam industri tertarik untuk menggunakan belt conveyor. Belt conveyor untuk batu bara merupakan salah satu belt conveyor untuk industri pertambangan yang menggunakan belt conveyor tambang untuk proses produksi mereka. Beberapa industri lain yang menggunakan belt conveyor:

  1. Otomotif
  2. Pertanian
  3. Elektronik
  4. Makanan
  5. Minuman
  6. Pengepakan
  7. Pupuk
  8. Makanan ternak
  9. Pembangunan
  10. Tembakau

Pemasangan belt conveyor memerlukan perhitungan yang rinci. Faktor yang mempengaruhi penggunaan belt conveyor perlu diperhatikan. Faktor yang berpengaruh dalam menetapkan pemasangan belt conveyor antara lain seperti titik loading dan unloading, berat dan dimensi produk, tujuan penggunaan, dan tipe industri yang akan menggunakan.

Bagaimana Cara Merawat Belt Conveyor?

Belt conveyor memiliki peranan penting dalam memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain. Kerusakan yang dialami oleh belt conveyor akan menghambat proses perpindahan barang yang akan mengakibatkan turunnya produktivitas sebuah proses produksi.

Perusahaan perlu memastikan bahwa belt conveyor yang mereka miliki selalu dalam kondisi prima. Kondisi belt conveyor yang prima memastikan belt conveyor untuk dapat bekerja sesuai dengan kapasitas produksi yang seharusnya.

Pengecekan secara teratur dan memiliki sistem audit, memperhatikan komponen – komponen dari belt conveyor secara berkala. Memastikan komponen belt conveyor selalu tersedia jika terjadi suatu kerusakan.

Memberikan pelatihan kepada orang yang berada pada proses produksi agar mereka dapat langsung melapor jika terlihat hal – hal yang dapat memicu kerusakan lebih lanjut.

Perawatan belt conveyor dapat dilakukan dengan cara memberikan pelatihan dan melalukan audit secara berkala terhadap komponen yang ada pada belt conveyor. Belt conveyor yang digunakan sesuai dengan fungsinya akan lebih awet.

Usia belt conveyor dapat kita jaga dengan cara memilih jenis tipe belt conveyor yang cocok untuk pekerjaan terkait, desain gambar unit belt conveyor yang cocok dengan lokasi yang ada dan memastikan untuk melakukan pengecekan secara berkala dengan cara preventive maintenance. 

Belt conveyor bekas sebaiknya tidak digunakan. Walaupun belt conveyor bekas merupakan belt conveyor murah ,namun jika ingin memastikan proses produksi berada dalam kondisi yang optimal maka sebaiknya belt conveyor bekas tidak digunakan.

Komponen Belt Conveyor

Secara gambaran belt conveyor, bagian luar belt conveyor disebut sebagai cover atau over layer, sedangkan untuk bagian dalam belt conveyor yang berfungsi untuk memberikan kerangka dan kekuatan dari belt conveyor disebut sebagai carcass.

Carcass dari belt conveyor umumnya terdiri dari polyester, nylon dan juga baja, sedangkan untuk covernya sendiri umumnya terbuat dari karet atau campuran plastik (PVC) sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.

Komponen Belt Conveyor EP

Komponen Belt Conveyor EP

Setiap cover belt conveyor memiliki sifat yang berbeda – beda. Belt conveyor sendiri memiliki sifat yang berbeda – beda berdasarkan daya tahan kekuatan tarik (Tensile Strength) maupun daya tahan sebelum belt conveyor rusak (Elongation at Break).

Di dalam belt conveyor terdapat fabric belt. Fabric belt pada belt conveyor seringkali disebut sebagai ply yang terbuat dari serat tekstil. Fabric belt / ply merupakan bagian dari carcass suatu belt conveyor.

Bagian – Bagian Sistem Belt Conveyor

Belt conveyor ketika dirakit untuk proses produksi memiliki 6 bagian utama, yaitu:

  1. Belt Conveyor

Belt conveyor merupakan komponen utama dari bagian – bagian belt conveyor. Belt conveyor merupakan bagian yang bertugas untuk memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lainnya.

  1. Pulley Drum

Pulley drum akan menopang belt conveyor untuk menyangga belt conveyor agar belt conveyor memiliki bentuk dan agar terjaga kerapatannya.

  1. Drive Unit / Motor Dinamo

Drive unit berada pada bagian pulley. Drive unit akan menggerakkan belt conveyor karena drive unit yang akan membuat pulley berputar sesuai dengan arah yang ditentukan. Belt conveyor kemudian akan bergerak karena adanya gaya gesek antara belt conveyor dengan pulley.

  1. Penyangga (Idlers) / Roller

Penyangga akan menopang bagian – bagian belt conveyor dari sistem belt conveyor. Penyangga belt conveyor umumnya terbuat dari pipa.

  1. Support Belt Conveyor

Support belt conveyor akan membantu belt conveyor dalam menjalankan tugasnya dalam memindahkan material dari satu tempat ke tempat lainnya.

  1. Sistem Transfer

Sistem transfer merupakan tempat yang ditentukan sebagai lokasi input (loading point)  dan juga output (unloading point) dari suatu produksi. Input yang diberikan ke belt conveyor kemudian akan dibawa oleh belt conveyor menuju lokasi output yang telah ditentukan.

  1. Take – Up Unit

Pemasangan take – up unit diperlukan agar belt conveyor tidak mudah kendor sehingga dapat terus tegang. Take  – up unit akan mengimbangi peregangan yang dialami oleh belt conveyor ketika sedang beroperasi.

  1. Skirtboards

Skirtboards dipasang untuk menahan material agar tetap berada pada belt conveyor dan mencegah material yang ada pada conveyor belt tumpah dari belt conveyor

  1. Cleaner

Material yang masih menempel pada belt conveyor setelah dilakukan proses unloading akan dibersihkan dengan alat cleaner agar belt conveyor terjaga kebersihannya.

2 Jenis Penyambungan Belt Conveyor

Belt conveyor splicing atau penyambungan belt conveyor merupakan teknik yang digunakan untuk menyambung ujung belt conveyor dengan ujung lainnya. Belt conveyor disambung agar belt conveyor dapat menjadi satu kesatuan. Terdapat dua metode penyambungan belt conveyor, yaitu:

  1. Penyambungan Dingin (Cold Splicing)

Belt conveyor disambung tanpa menggunakan alat pemanas (heater), namun belt conveyor hanya disambung dengan menggunakan lem.

  1. Penyambungan Panas (Hot Splicing)

Belt conveyor disambung menggunakan alat pemanas (heater), namun penyambungan belt conveyor dengan metode penyambungan panas juga menggunakan lem.

7 Jenis Belt Conveyor

Belt conveyor yang digunakan dalam proses produksi berbeda – beda tergantung kebutuhan yang ingin dipenuhi. Setiap tipe belt conveyor yang ada memiliki spesifikasi yang berbeda – beda. Berikut adalah tipe – tipe belt conveyor pada umumnya:

  1. Roller Belt Conveyor

Permukaan belt conveyor dari roller belt conveyor terdiri dari roller yang ditentukan sesuai dengan keperluan yang ada. Spesifikasi roller yang dipilih untuk roller belt conveyor antara lain seperti berat produk yang dipindahkan atau kecepatan untuk memindahkan produk tersebut. Jarak perpindahan yang semakin jauh akan memerlukan roller semakin banyak agar dapat berfungsi.

  1. Flat Belt Conveyor

Flat belt conveyor merupakan belt conveyor yang umumnya digunakan. Belt conveyor jenis ini memiliki permukaan yang rata.

  1. Modular Belt Conveyor

Modular belt conveyor umumnya terbuat dari plastik yang keras, tidak seperti belt conveyor umumnya yang terbuat dari karet. Belt conveyor jenis ini memiliki sekat – sekat untuk proses pemisahan antar produk.

  1. Cleated Belt Conveyor

Permukaan dari cleated belt conveyor berbeda dari belt conveyor umumnya yang rata tanpa tonjolan. Jenis belt conveyor ini memiliki permukaan – permukaan yang menonjol pada design belt conveyor mereka.

  1. Curved Belt Conveyor

Penyangga dari belt conveyor jenis curved belt conveyor tidak lurus seperti pada umumnya. Curved belt conveyor menggunakan penyangga yang melengkung untuk proses pemindahan produk mereka.

  1. Incline / Decline Belt Conveyor

Pemindahan barang dari posisi atas ke posisi bawah umumnya menggunakan belt conveyor jenis incline / decline belt conveyor. Belt conveyor jenis ini digunakan untuk mencegah produk yang dibawa terjatuh ketika dipindahkan.

  1. Sanitary Belt Conveyor

Belt conveyor untuk makanan umumnya menggunakan belt conveyor jenis sanitary belt conveyor. Belt conveyor ini digunakan untuk industri yang memprioritaskan kebersihan agar lingkungan dapat tetap steril.

Kesimpulan

Belt conveyor memiliki kegunaan yang sangat banyak dengan harga yang terjangkau. Banyak hal yang perlu diperhatikan ketika ingin membeli maupun ketika sudah membeli belt conveyor. Jenis belt conveyor yang akan digunakan akan berbeda – beda karena setiap jenis belt conveyor memiliki fungsi yang berbeda pula.

Fungsi belt conveyor sebaiknya disesuaikan dengan kegiatan yang tepat. Harga belt conveyor tentu saja berbeda – beda tergantung berdasarkan permintaan yang ada.

Tertarik untuk mengetahui belt conveyor lebih lanjut? Anda dapat menghubungi kita untuk menentukan belt conveyor yang paling tepat untuk Anda.