Memahami Berbagai Macam Jenis Conveyor

Sistem conveyor merupakan salah satu sistem yang sangat bagian dari bagian sistem produksi pada suatu perusahaan. Sistem conveyor merupakan alat mekanis yang berfungsi untuk membantu perusahaan dalam melakukan proses pendistribusian (material handling) dengan usaha yang paling minimum.

Kenapa kita sebagai pelaku usaha perlu menggunakan sistem conveyor? Seperti yang kita tahu proses pemindahan barang bukanlah suatu kegiatan yang memberikan nilai ekonomis bagi suatu kegiatan produksi.

Ketika kita dapat menekan waktu dan tenaga yang digunakan untuk melakukan pemindahan material maka secara tidak langsung kita telah meningkatkan tingkat efektifitas dan efisiensi suatu kegiatan produksi, yang berefek pada kemampuan perusahaan untuk meningkatkan keuntungan.

Walaupun saat ini terdapat berbagai macam jenis sistem conveyor, namun pada umumnya pada dasarnya semua akan memerlukan frame yang berguna untuk mensupport entah itu roller, roda, ataupun belt yang akan digunakan untuk memindahkan proses pendistribusian barang dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

Proses pemindahan material bisa saja dilakukan dengan bantuan tenaga mesin berupa motor, atau gravitasi, bahkan bisa juga manual. Jenis-jenis conveyor yang digunakan untuk melakukan proses pemindahan material memiliki variasi yang berbeda-beda sehingga kita perlu mengetahui tujuan dan jenis material yang akan kita pindahkan.

6 Spesifikasi Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pemilihan Conveyor

Kapasitas Muat Per Panjang Unit

Pihak manufaktur perlu menentukan kapasitas yang diperlukan untuk memindahkan material per jamnya sehingga kita dapat menentukan dimensi dan spesifikasi conveyor yang diperlukan pihak manufaktur.

Batas Maksimal Kapasitas Muat

Batas maksimal kapasitas muat erat kaitannya dengan kapasitas muat per panjang unit. Nilai dari batas maksimal kapasitas muat dapat ditentukan ketika dimensi dan spesifikasi conveyor telah kita ketahui.

Rata-Rata Kecepatan Sistem Belt Conveyor

Biasanya nilai yang diberikan untuk kapasitas dari penggunaan sistem belt conveyor adalah berapa kecepatan belt conveyor dalam satuan meter/menit. Namun conveyor jenis lainnya juga biasanya menggunakan nilai yang sama seperti sistem belt conveyor.

6 Spesifikasi Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pemilihan Jenis Conveyor

6 Spesifikasi Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pemilihan Conveyor

Hasil Akhir Yang Dihasilkan

Hasil akhir yang dihasilkan akan menentukan nilai kapasitas dari sebuah sistem conveyor dalam memindahkan material yang diinginkan. Sebagai contoh, biasanya nilai output yang dihasilkan adalah volume/satuan waktu, seperti kg/menit.

Konfigurasi Frame Conveyor

Konfigurasi frame conveyor mengacu pada bentuk dari frame sistem conveyor. Frame dari suatu sistem conveyor berbeda-beda bentuknya, ada yang hanya lurus, melengkung, berbentuk “Z”, dan bentuk-bentuk lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Lokasi Mesin Penggerak Drive

Mesin penggerak drive dapat diletakkan di berbagai posisi pada sistem conveyor. Sebuah head atau end drive yang merupakan jenis drive paling umum biasanya akan kita temukan di bagian ujung sisi suatu conveyor.

Sedangkan untuk center drive tidak selalu dengan namanya yang berarti tengah, namun center drive diletakkan diantara sepanjang sistem conveyor dan akan diletakkan di bawah sistem conveyor tersebut. Drive digunakan untuk menentukan arah putaran yang berefek pada arah pergerakan sistem conveyor.

Jenis-Jenis Conveyor

Belt Conveyor

Belt conveyor merupakan sistem material handling yang menggunakan belt untuk memindahkan material secara terus menerus. Belt conveyor akan berjalan terus menerus diantara dua pulley yang berputar.

Biasanya salah satu atau seluruh dari pulley akan memiliki roll di bagian bawahnya. Bagian conveyor belt umumnya akan dibantu dengan menggunakan sebuah penyangga berupa alas besi untuk beban yang ringan ketika tidak ada gesekan atau dengan menggunakan rollers.

Tenaga pada belt conveyor akan ditenagai dengan mesin motor yang akan memberikan kecepatan yang bervariasi atau dengan kecepatan konstan, sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.

Jual Belt Conveyor Surabaya

Belt Conveyor

Material yang digunakan sebagai beltnya sendiri terdiri dari berbagai jenis, dimana setiap jenisnya memiliki fungsi pemakaian dan kelebihan masing-masing. Beberapa jenis material yang biasanya digunakan sebagai bahan material belt conveyor adalah karet, plastik, kulit, kain, dan logam.

Jika kita ingin memindahkan material dengan beban yang berat maka sebaiknya kita menggunakan belt conveyor dengan ketebalan yang lebih tebal sehingga nantinya belt conveyor tersebut mampu menahan beban yang berat tersebut.

Belt conveyor umumnya memerlukan tenaga untuk nantinya dapat menjalankan tugasnya dengan baik sesuai dengan kecepatan yang diperlukan. Belt conveyor sendiri mampu beroperasi baik bidang datar maupun dengan bidang kemiringan tertentu. 

Belt conveyor mampu untuk memindahkan material dengan ukuran yang besar dengan jumlah yang banyak. Tentu saja ukuran belt conveyor yang semakin besar akan mempengaruhi harga belt conveyor per meter.

Roller Conveyor

Roller conveyor akan menggunakan roller dengan posisi paralel yang terpasang pada sebuah frame agar nantinya dapat memindahkan material yang diinginkan baik dengan menggunakan mesin motor, gravitasi, ataupun secara manual.

Beberapa hal yang sangat perlu diperhatikan jika kita menggunakan roller conveyor adalah diameter dari roller yang digunakan dan dimensi dari as roller tersebut.

Kita biasanya akan menggunakan roller conveyor untuk membantu kita memindahkan material pada loading docks seperti paket-paket yang akan dikirimkan oleh pihak-pihak pengiriman atau pada tempat perkaitan.

Gravity Roller Conveyor

Gravity Roller Conveyor

Roller conveyor jenis biasa tidak menggunakan tenaga dari motor untuk menggerakkannya namun menggunakan gaya gravitasi untuk posisi dengan kemiringan tertentu atau secara manual jika posisinya sejajar tanpa sudut kemiringan.

Model frame dari roller conveyor bisa hanya lurus atau berbelok tergantung dari kebutuhan dan luas area yang diperlukan untuk menggunakan sistem roller conveyor.

Powered Roller Conveyor

Powered roller conveyor merupakan jenis yang sama dengan roller conveyor, hanya saja pada powered roller conveyor dalam menggerakkannya kita akan menggunakan tenaga dari motor.

Beberapa hal yang sangat perlu diperhatikan pada powered roller conveyor hampir sama dengan roller conveyor yaitu diameter dari roller yang digunakan, dimensi dari as roller, dan tambahan berupa tipe drive yang digunakan.

Chain Driven Roller Conveyor

Powered Roller Conveyor

Powered roller conveyor biasanya digunakan untuk memindahkan material yang memerlukan tenaga dari motor untuk proses pemindahannya. Beberapa jenis drive yang digunakan antara lain belt, chain/sprockets, dan motor roller.

Powered roller conveyor biasanya digunakan pada industri seperti fast moving consumer good, manufaktur, dan logistik.

Slat Belt/Apron Conveyor

Slat belt/apron conveyor menggunakan sebuah plat yang dapat terbuat dari baja, kayu, atau material lainnya yang digunakan untuk memindahkan material. Slat pada conveyor jenis ini tidak saling tumpang tindih antara satu slat dengan slat lainnya.

Penggunaan slat conveyor ini biasanya digunakan untuk melakukan pemindahan material dengan dimensi yang besar dan berat seperti peti, drum, atau pallet yang biasanya digunakan pada industri yang beban yang besar seperti pabrik baja.

Apron-Conveyor-Besi

Apron Conveyor

Penggunaan slats pada industri berat memperpanjang umur dari sistem conveyor tersebut dibandingkan jika kita menggunakan conveyor belt yang kurang cocok jika digunakan untuk mengangkat beban yang sangat berat.

Jenis conveyor ini biasanya akan menggunakan tenaga untuk menggerakkannya dan memiliki berbagai macam ukuran dengan kapasitas yang berbeda-beda.

Ball Transfer Conveyor

Ball transfer conveyor akan menggunakan beberapa ball casters yang dipasang sehingga kita mampu menggunakannya tanpa menggunakan tenaga dari motor dan mampu mengarahkan produk ke berbagai arah sesuai yang kita inginkan.

Hal yang harus kita perhatikan ketika menggunakan ball transfer conveyor adalah jenis material dari ball transfer dan ukuran yang digunakan.

Kita biasanya menggunakan ball transfer conveyor untuk memindahkan material di tempat perakitan produksi pabrik dan pada proses pengepakan material.

Ball Transfer Conveyor

Ball Transfer Conveyor

Ketika diposisikan dengan berbagai jenis conveyor, ball transfer conveyor biasanya digunakan untuk memindahkan material dari satu line ke line lainnya dan seringkali digunakan pada sistem penyortiran material.

Terdapat berbagai macam ukuran dan kapasitas ball transfer conveyor dalam melakukan proses pemuatan material. Ball transfer conveyor tidak menggunakan tenaga dari motor dan hanya menggunakan tenaga tambahan untuk memindahkannya sepanjang conveyor.

Magnetic Conveyor

Sesuai dengan namanya, magnetic conveyor akan menggunakan magnet yang berada di bawah meja atau berbagai jenis alas non-magnetis, untuk memindahkan material magnetik seperti besi yang biasanya merupakan hasil dari sisa proses pembubutan.

Magnetic Conveyor

Magnetic Conveyor

Kita dapat menggunakan magnetic conveyor pada posisi horizontal, miring, atau kombinasi dari posisi tersebut. Kita dapat menggunakan belt dibandingkan dengan alas biasa dalam prosesnya.

Dibawah belt tersebut nantinya akan terdapat rel yang mengandung elektromagnetik yang berfungsi sebagai magnet untuk mengikat material-material magnetik yang ada pada belt.

Bucket Elevator Conveyor

Bucket conveyor atau yang seringkali disebut dengan bucket elevator akan menggunakan wadah yang terpasang di berbagai sisi sebuah kabel, belt, atau rantai yang bertujuan untuk memindahkan material.

Wadah yang terpasang akan bergerak sejalan dengan sistem conveyor dimana nantinya wadah-wadah tersebut akan memindahkan material yang ada di dalamnya sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Bucket Elevator Conveyor

Bucket Elevator Conveyor

Penggunaan bucket conveyor berbagai macam mulai dari untuk memindahkan spare part, material curah, atau proses makanan pada industri fast moving consumer good.

Jenis material yang dapat dipindahkan dengan bucket conveyor sendiri bervariasi dari yang berbentuk cair hingga kering seperti misalnya pasir, gula, beras, dan material pada lainnya.

Kita dapat menggunakan sistem bucket conveyor secara horizontal, miring, atau bahkan vertical sesuai yang kita inginkan. Terdapat berbagai macam ukuran dengan kapasitas yang berbeda-beda sesuai dengan yang dibutuhkan.

Chute Conveyor

Chute conveyor merupakan sistem pemindahan material yang menggunakan gaya gravitasi untuk memindahkan material dengan permukaan yang halus dari satu satu ketinggian ke ketinggian yang berbeda.

Hal utama yang harus diperhatikan pada chute conveyor adalah material yang digunakan pada chute (saluran) dan dimensi dari material yang akan kita pindahkan.

Chute Conveyor

Chute Conveyor

Chute conveyor digunakan di berbagai jenis kegiatan seperti kegiatan pengepakan, jasa pengiriman paket, dan sebagainya. Chute conveyor didesain agar permukaannya memiliki gaya gesek yang paling minimum sehingga memungkinkan material untuk meluncur dengan mudah dan juga modelnya sendiri bisa hanya lurus atau melengkung yang disesuaikan dengan penggunaan yang diinginkan.

Drag Line Conveyor

Drag line conveyor menggunakan perangkat mekanik yang terhubung ke bagian yang bergerak seperti rantai atau kabel yang nantinya akan menyeret atau menarik sebuah material.

Drag Line Conveyor

Drag Line Conveyor

Drag line conveyor akan memindahkan material menggunakan sebuah tempat kotak yang membentuk sebuah sekat antara satu kotak dengan kotak lainya. Conveyor jenis ini terdiri dari tempat input maupun output yang beraneka ragam.

Tow Conveyor

Hampir serupa dengan drag line conveyor, kita akan melihat tow conveyor akan menggunakan perangkat mekanik yang terhubung pada sebuah rantai atau kabel juga untuk membawa material yang diinginkan.

Tow Conveyor

Tow Conveyor

Hanya saja pada tow conveyor kita akan menggunakan sebuah troli yang nantinya berfungsi untuk memindahkan material yang kita inginkan.

Chain Conveyor

Chain conveyor menggunakan konsep yang serupa dengan konsep pada drag line conveyor dan tow conveyor. Pada chain conveyor, kita akan menggunakan rantai atau berbagai rantai untuk memindahkan material seperti pallet.

Stainless Steel Chain Conveyor

Chain Conveyor

Overhead Conveyor

Overhead conveyor merupakan jenis conveyor yang akan terpasang pada plafon yang akan menggunakan alat seperti troli atau jenis pengangkut lainnya yang akan digerakkan oleh rantai, kabel, atau alat penggerak sejenis lainnya.

Biasanya kita akan menggunakan overhead conveyor untuk melakukan pemindahan material yang perlu untuk digantung, seperti misalnya dalam line pengeringan industri pengeringan pakaian, line pengecatan pada industri manufaktur, atau untuk proses pendinginan dan pengasapan pada industri makanan.

Overhead Conveyor

Overhead Conveyor

Saat ini kita dapat memilih berbagai jenis overhead conveyor dengan berbagai pengaturan sistem yang berbeda seperti misalnya electric track, monorail, trolley, bahkan kita bisa menggunakan sudut kemiringan tertentu jika kita memang memerlukannya.

Hal yang perlu kita ingat, pada pengaplikasinnya kita harus memastikan batas kapasitas dari material yang dapat diangkat. Jika melebihi kapasitas maka nantinya terdapat resiko dalam kecelakaan kerja karena material akan jatuh dan melukai pekerja yang sedang melakukan pekerjaannya.

Vacuum Conveyor

Ketika kita menggunakan vacuum conveyor maka kita akan menggunakan tenaga vakum atau tekanan udara untuk memindahkan material. Biasanya kita akan menggunakan vacuum conveyor dalam hal pembersihan debu, proses kimia, mineral, makanan, dan kegiatan lainnya.

Vacuum Conveyor

Vacuum Conveyor

Material yang dapat kita pindahkan dengan vacuum conveyor beraneka ragam, bisa material metalik atau non-metalik. Saat ini terdapat berbagai macam ukuran yang dapat kita pilih sesuai dengan kebutuhan yang kita inginkan.

Screw Conveyor

Screw conveyor atau yang seringkali disebut dengan spiral conveyor menggunakan elemen spiral/berulir untuk memindahkan material. Spiral yang bentuknya menyerupai bor baja ini akan berputar pada porosnya dan kemudian akan memindahkan material sesuai dengan desain spiral dan arah putarannya.

Kita biasanya menggunakan screw conveyor untuk menggunakan tenaga putaran yang dihasilkan ketika menjalankan tugasnya. Industri pengolahan makanan seringkali menggunakan screw conveyor untuk memindahkan material mereka seperti biji-bijian, tepung, dan material lainnya.

Selain itu, kita juga dapat menggunakan screw conveyor untuk mencampur/mengaduk material jika memang diperlukan, atau bahkan untuk mempertahankan konsistensi dari campuran yang telah dibuat.

Screw Conveyor

Screw Conveyor

Pada industri agrikultur screw conveyor seringkali digunakan pada alat-alat pertanian seperti threshers dan balers untuk membantu pekerjaannya.

Industri pertambangan atau pengolahan batuan mineral juga menggunakan conveyor jenis ini untuk memindahkan material-material yang basah yang mungkin saja susah untuk dipindahkan.

Screw conveyor sendiri terdiri dari 2 tipe, yaitu diantaranya adalah bottom screw conveyor dan centerless screw conveyor. Perbedaan utama antara kedua jenisnya adalah terdapat atau tidaknya poros tengah.

Tidak adanya poros tengah pada centerless screw conveyor memberikan keleluasaan yang lebih pada material yang akan diproses. Material yang digunakan sebagai bahan screw conveyor bisa berasal dari material metalik atau non-metalik, kita harus menyesuaikan dengan material yang akan dipindahkan.

Vertical Conveyor

Vertical conveyor bertugas untuk memindahkan material dari satu ketinggian ke ketinggian lainnya. Hal utama yang perlu diperhatikan pada vertical conveyor adalah kecepatan lift pengangkut dan kapasitas maksimum beban yang dapat diangkat.

Vertical Conveyor

Vertical Conveyor

Saat ini kita dapat memilih berbagai macam jenis vertical conveyor. Jenis-jenis vertical conveyor dibedakan berdasarkan ukuran dan kapasitas maksimum beban yang dapat diangkat oleh vertical conveyor.

Vibrating Conveyor

Vibrating conveyor menggunakan getaran untuk memindahkan material pada alas permukaan sistemnya. Beberapa jenis material yang dapat kita pindahkan dengan conveyor jenis ini diantaranya material-material dalam kuantitas besar seperti aggregate, batu bara, kerikil, dan sebagainya.

Vibrating Conveyor

Vibrating Conveyor

Alas dari permukaan conveyor ini akan bergetar untuk memindahkan material sepanjang ukuran vibrating conveyor. Bentuk conveyornya sendiri bisa beraneka ragam seperti dengan bentuk bak, tabung, atau alas datar. Kita saat ini dapat memilih berbagai macam ukuran dengan menyesuaikan kebutuhan kita.

Walking Beam Conveyor

Walking beam conveyor menggunakan gabungan konsep antara dukungan yang statis (diam) dan bagian yang bergerak untuk memindahkan material sesuai dengan urutan/index yang telah ditetapkan.

Biasanya kita akan menggunakan walking beam conveyor pada kegiatan di lini perakitan dan otomasi, dimana setiap material perlu diposisikan pada lokasi yang telah ditentukan sesuai dengan urutan.

Walking Beam Conveyor

Walking Beam Conveyor

Material yang berada di dukungan yang statis akan ikut dipindahkan oleh bagian yang bergerak, yaitu walking beam dan akan dipindahkan ke urutan selanjutnya, dimana kegiatan selanjutnya akan dilakukan.

Perpindahan material dari satu titik ke titik lainnya dilakukan secara berulang sesuai dengan panjang dari walking beam conveyor. Lini yang digunakan pada walking beam conveyor dapat kita tentukan apakah mau hanya satu lini atau lebih dari satu lini.

Wheel Conveyor

Wheel conveyor merupakan jenis conveyor yang memindahkan material dari satu titik ke titik lainnya tanpa menggunakan tenaga motor sepanjang conveyor dengan mengandalkan gaya gravitasi atau tenaga manual.

Wheel Conveyor

Wheel Conveyor

Wheel conveyor digunakan untuk memindahkan material atau pada proses pengepakan dan seringkali digunakan pada bagian loading dan unloading dari truk. Conveyor jenis ini juga digunakan pada tempat perakitan untuk memindahkan bungkusan, pallet, dan lainnya.

Wheel conveyor akan diatur berdasarkan jumlah roda dan jarak yang memisahkan antara satu roda dengan roda lainnya. Pengaturan tersebut kita sesuaikan berdasarkan beban yang perlu dimuat dan tujuan pengaplikasiannya.

Pertimbangan Dalam Pemilihan Sistem Conveyor

Ketika kita ingin memilih jenis sistem conveyor yang cocok dengan kebutuhan kita, salah satu hal yang perlu dipertimbangkan adalah jenis material yang akan kita pindahkan.

Beberapa karakteristik utama yang perlu diperhatikan adalah ukuran, kemampuan mengalir, tingkat abrasif, tingkat korosi, kandungan air, dan suhu yang harus dilalui ketika conveyor memindahkan material yang diinginkan.

Selain itu komposisi material seperti bubuk, butiran, pellet, serat, atau serpihan perlu kita perhatikan secara khusus, bersamaan dengan ukuran, beban, dan massa jenis dari material tersebut.

Sistem conveyor memiliki berbagai macam kegunaan yang bervariasi, namun pada dasarnya terdapat dua hal utama mengapa sistem conveyor digunakan, yaitu untuk memindahkan material dan sebagai membantu untuk melakukan proses input (feeding).

Ketika kita menggunakan sistem conveyor hanya untuk melakukan pemindahan material dari satu atau lebih titik pengangkutan menuju satu atau lebih titik penurunan maka syarat-syarat yang perlu kita perhatikan tidak akan serumit untuk proses feeding.

Syarat utama ketika kita hanya melakukan pemindahan adalah kecepatan conveyor dalam memindahkan material, jumlah titik pengangkutan dan penurunan, jumlah material yang akan dipindahkan, dan kemungkinan terjadinya kontaminasi antar material.

Sedangkan pada proses feeding ada syarat tambahan yang perlu diperhatikan, yaitu tingkat ketepatan dalam melakukan pemindahan karena pada proses ini waktu merupakan hal yang sangat krusial.

Sistem Conveyor

Sistem Conveyor

Kita biasanya hanya akan menggunakan satu titik pengangkutan dengan satu titik penurunan pada proses feeding. Material yang akan kita pindahkan juga biasanya langsung dalam jumlah yang besar, atau dikontrol untuk menjamin jumlah input yang akan dipindahkan.

Faktor tambahan yang perlu diperhatikan ketika memilih sistem conveyor yang akan digunakan adalah kondisi lingkungan tempat conveyor akan ditempatkan.

Beberapa faktor lingkungan seperti tingkat kelembaban, suhu udara, getaran, tekanan, material pecah belah atau berbahaya, dan material yang mudah terbakar pada lokasi pemasangan merupakan hal-hal yang perlu kita diskusikan dengan pihak penyedia sistem conveyor untuk menentukan segala kemungkinan resiko dan hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencegah resiko tersebut.

Luas wilayah yang tersedia untuk peletakan sistem conveyor juga harus kita pertimbangkan, bersamaan dengan upaya kita agar sistem conveyor nantinya dapat bekerja secara efektif dengan alat-alat produksi yang telah ada sebelumnya.

Desain dari sebuah sistem conveyor yang baru akan sungguh komplek dengan segala syarat yang perlu kita perhatikan agar nantinya dapat mengintegrasikan dengan berbagai macam alat produksi yang telah ada pada lokasi produksi.

Walaupun begitu, karakteristik dari sistem conveyor yang dapat mengintegrasikan antara satu alat produksi dengan alat produksi lainnya untuk meningkatkan tingkat efektifitas dan efisiensi merupakan suatu hal yang sangat penting.

Faktor Tambahan Dalam Pemilihan Conveyor

Cleats (sekat), high friction belting (roughtop belt), bucket, dan tambahan lainnya merupakan berbagai upaya yang dapat kita lakukan untuk mencegah material tergelincir. Sebuah inclined belt conveyor yang membawa material dengan beban yang berat bisa tergelincir ke belakang jika tenaga motornya mati.

Biasanya ketika kita akan menggunakan backstopping brakes yang berfungsi untuk secara otomatis akan bekerja dengan tenaga motor yang tiba-tiba kehilangan tenaganya. Brake ini tetap dapat kita lepaskan dari conveyor jika kita ingin membuatnya mengarah ke bawah.

Sebuah belt conveyor sangat mudah terpengaruh dengan adanya sebuah listrik statis secara belt conveyor secara terus menerus ditarik dengan kedua pulley yang berada di ujung conveyor.

Jika kita akan memindahkan material seperti komponen elektrik, maka listrik statis bisa menjadi berbahaya. Sebuah anti statis conveyor belt seperti conductive belt sangat perlu kita gunakan untuk melindungi produk.

Pemilihan Conveyor

Pemilihan Conveyor

Beberapa hal seperti keamanan pekerja perlu kita perhatikan ketika kita menggunakan sistem conveyor yang panjang. Kita dapat memodifikasi roller conveyor untuk secara otomatis terlepas dari tempatnya jika seorang pekerja secara tidak sengaja kaki atau tangan terselip antar roller.

Kita dapat menambahkan tangga penyebrangan yang dikhususkan bagi pekerja yang ingin berpindah dari satu sisi ke sisi lainnya.

Sistem conveyor biasanya akan digabungkan dengan mekanisme kopling untuk mencegah terjadinya beban berlebih yang dialami oleh motor ketika memindahkan material dalam jumlah yang sangat banyak.

Terkadang kita juga akan menggabungkan belt conveyor dengan gearbox yang tersambung dengan roller bagian depan (head roller) sehingga memungkinkan kita untuk tidak menggunakan komponen power transmission.

Walaupun sebagian besar sistem conveyor tidak dapat dipindah-pindahkan, namun banyak juga jenis conveyor lainnya yang didesain agar kita dapat dengan mudah memindah-mindahkannya untuk melakukan proses loading truck, silo, dan lainnya.

Pengaplikasian Dan Industri Yang Menggunakan Conveyor

Dalam pemilihan jenis sistem conveyor yang perlu kita gunakan, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan seperti misalnya tipe produk yang akan kita pindahkan, kecepatan yang diperlukan, ada atau tidaknya perubahan ketinggian, dan pada beberapa kasus adalah fokus industri yang dijalankan.

Sebagai contoh, dalam memilih belt conveyor kita akan diberi berbagai jenis ukuran yang dalam penggunaannya bisa berbeda-beda. Ada yang membutuhkan panjang yang sedang untuk melakukan proses pengepakan dan ada juga yang butuh hingga kiloan meter untuk melakukan proses kegiatan pertambangan.

Dalam usaha untuk memindahkan material sendiri biasanya kita akan diberikan tiga pilihan, pilihan pertama yaitu dengan menggunakan tenaga manusia, dimana material akan dipindahkan secara manual di atas roller conveyor atau wheel conveyor.

Pilihan kedua yaitu dengan menggunakan tenaga yang berasal dari motor, dan pilihan ketiga yang menggunakan tenaga berupa gravitasi.

Secara umum, conveyor akan dijalankan menggunakan motor AC dan DC, secara langsung atau tidak langsung melalui penggunaan gear (roda gigi), chain (rantai), sproket, dan lainnya. Material biasanya akan berada di atas permukaan dari conveyor.

Jenis conveyor lainnya yang berupa overhead conveyor, yang sering kita temukan pada line pengeringan industri pengeringan pakaian, rumah pemotongan hewan, atau tempat kerja manapun yang sangat memperhatikan jarak dengan permukaan.

Screw conveyor yang seringkali digunakan untuk memindahkan material dengan alur yang ada. Conveyor jenis ini mampu menangani material yang padat  dalam bentuk bubuk.

Jual Belt Conveyor Batubara

Belt Conveyor Batubara

Ada beberapa jenis conveyor yang didesain secara khusus karena faktor ketepatan yang sangat penting dalam kegiatan operasionalnya. Walking beam conveyor merupakan salah satu contoh jenis conveyor yang digunakan ketika ketepatan merupakan hal yang sangat penting.

Beberapa conveyor terkadang perlu didesain secara khusus melalui komponen-komponen yang saling melengkapi, seperti misalnya bentuk lurus, lengkung, transisi, gabungan, dan lainnya.

Setiap manufaktur biasanya akan memerlukan masukan dari mereka yang telah berpengalaman dalam mendesain sistem conveyor yang seringkali secara sekaligus akan mengurusi bagian pemasangannya.

Walaupun begitu, terdapat jenis sistem conveyor yang dapat berdiri tanpa perlu campuran dengan jenis-jenis conveyor lainnya, semuanya sudah lengkap dengan sistem penggerak dan kontrolnya.

Untuk tipe conveyor seperti roller conveyor dan wheel conveyor, kita dapat membeli secara terpisah dan merangkainya menjadi sebuah sistem conveyor sesuai dengan panjang yang kita inginkan.

Secara umum, conveyor yang menggunakan tenaga dari motor akan terdiri dari mesin penggerak pada kedua ujungnya, dimana pada bagian depan atau yang sering disebut head akan mengatur drive, sedangkan untuk bagian belakang atau yang sering disebut sebagai tail akan mengurus ketegangan sebuah chain atau belt.

Pengontrol conveyor dapat beraneka ragam, dari yang bentuknya simpel seperti on/off, diikuti dengan yang canggih seperti pengaturan kecepatan, percepatan, dan lain sebagainya dari sebuah motor.

Biasanya ketika kita perlu memindahkan batu-batuan mineral dan material lainnya yang perlu menggunakan belt conveyor yang panjang, kita akan menggunakan belt conveyor idler sehingga belt conveyor nantinya mampu mempertahankan bentukya.

Kesimpulan

Kita sudah melihat berbagai jenis conveyor yang berbeda-beda. Setiap jenis conveyor tentu memiliki kegunaan yang berbeda-beda oleh karena itu dalam mengaplikasikan conveyor tentu kita harus mempertimbangkan berbagai macam hal seperti pihak yang jual belt conveyor maupun jual roller conveyor , apakah kualitas conveyor yang dijual bagus atau tidak.

3 thoughts on “Memahami Berbagai Macam Jenis Conveyor”

Leave a Comment